Aktifitas 3R dan Bank Sampah yang scat ini digalakkan oleh Pemerintah masih belum bisa menyelesaikan persoalan sampah secara tuntas, karena produksi sampah jauh lebih cepat dari pengolahan sampah lewat proses 3R, sehingga masih menyisakan residu sampah yang menumpuk tidak dapat diolah lagi dan harus dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
Untuk menyelesaikan persoalan secara tuntas, tumpukkan residu sampah tersebut harus dimusnahkan melalui proses Incinerasi Ramah Lingkungan secara sistematis pada suhu tinggi tanpa menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) di lokasi TPS sehingga tidak membutuhkan lagi TPA yang luas. Alat pemusnah sampah ini dinamakan BRESI.
BRESI adalah Teknologi Pemusnah Sampah Tanpa BBM Tepat Guna, karya asli Indonesia, yang dirancang dengan mengaplikasikan 3 prinsip utama yaitu:
- Burner atau Tungku Bakar menggunakan TEKNOLOGI PEMBAKARAN INTERMEDIASI, yang memanfaatkan Oksigen sebagai katalisator peningkatan suhu bakar yang diproduksi dari proses pemisahan Air (H20) pada suhu dan tekanan tertentu.
Sistem pengeringan sampah basah menggunakan Cerobong Berputar (Rotary Dryer) yang dialiri asap pangs - Sistem penyaringan asap pembakaran 3 (tiga) tahap :
- Wet Scrubber, menggunakan air yang disemprotkan.
- Bag House, menggunakan filter udara beberapa lapis
- Jet Scrubber, sistem kondensasi dan menggunakan material penangkap polusi udara.
SPESIFIKASI
Kemampuan memusnahkan sampah 1 unit Incinerator mencapai 30 ton/hari setara dengan 6-12 truk engkel / hari.
1 Unit Incinerator membutuhkan lahan cukup 500 m2.
Pembakaran secara sistematis dan sempurna, dengan suhu di dalam Burner mencapai 1200° C.
Tidak memerlukan investasi alat berat.
1 unit Incinerator dioperasikan 3 - 5 orang.
Tingkat kepekatan asap sisa pembakaran sangat kecil dan ramah Iingkungan.